Senin, 15 Oktober 2007

PANGKALAN BUN, KOTA MANIS

Pangkalan Bun, dikenal dengan julukan Kota MANIS, Kota MANIS sendiri adalah kepanjangan dari Minat, Aman, Nikmat, Indah dan Segar.
Pangkalan Bun adalah ibukota Kabupaten Kotwaringin Barat, tetapi dengan luas daerah 10.759 Km2 yang berada di Provinsi Kalimantan Tengah.
Semboyan kabupaten ini adalah Marunting Batu Aji. Terdiri dari enam kecamatan :
Kotawaringin Lama
Arut Selatan
Arut Utara
Kumai
Pangkalan Lada
Pangkalan Banteng

Transportasi

Udara
Untuk mencapai Pangkalan Bun ternyata tidak harus ibukota Provinsi Kalimantan Tengah. Namun perjalanan ke Pangkalan Bun ini dapat ditempuh melalui rute Jakarta - Semarang - Pangkalan Bun.Dari Semarang, dapat menggunakan Kalstar atau juga dikenal dengan nama Trigana.

Ada beberapa perbedaan dalam menggunakan pesawat Trigana ini dibandingkan pesawat komersial melalui ibu kota propinsi, yaitu :
· Barang yang masuk bagasi, penumpang juga perlu ditimbang. Mungkin juga karena pesawat ATR-42 bermesin baling-baling yang digunakan memiliki batas daya tolak yang tidak sekuat pesawat bermesin jet.
· Bentuk boarding pass yang seperti kartu penitipan barang. Ketika boarding, boarding pass ini ditarik dari penumpang di gate. Mungkin ini bentuk penghematan.
· Penumpang tidak mendapat nomor tempat duduk. Artinya, begitu sampai ke pesawat, penumpang bebas memilih kursi

Perjalanan Semarang-Pangkalan Bun saya tempuh dalam waktu 1 jam. Kesan penerbangan dengan pesawat bermesin baling-baling memang berbeda dibanding dengan pesawat bermesin jet. Soal kenyamanan, pesawat jet jelas lebih unggul, tapi pesawat berbaling-baling (propeler) memiliki hentakan yang lebih terukur. Kita tahu kapan pesawat akan menambah kecepatan atau sebaliknya.

Pesawat lainnya adalah Merpati dan Deraya dari Semarang (setiap hari). Sedangkan dari kota-kota di Kalimantan, penerbangannya adalah DAS atau Deraya dari Pontianak atau Ketapang.Sedang dari Banjarmasin dapat menggunakan pesawat DAS atau Merpati.

Darat
Angkutan umum tersedia mengelilingi kota. Tersedia sampai malam hari. Sopirnya ada yang bersuku Jawa. Rekan Pemda yang menerima saya sempat berpromosi, “Di sini mau cari mobil plat apa aja ada Pak. Dari Jawa biasanya B, L, N, M, AD, AB, H, banyak. Dari Kalimantan bisa dipastikan lengkap, DA, KT, KB, KH. Dari Sumatra pun ada, BK!” Kota Pangkalan Bun memang menyimpan daya tarik industri pertambangan yang mampu menarik orang-orang dari seluruh penjuru Nusantara. Bahkan dari mancanegara.

Air
Kelotok dan Getek, adalah sarana transportasi sungai yang sampai sekarang masih digunakan. Kelotok itu semacam perahu yang ukurannya lumayan, cukup untuk menampung 10-15 penumpang dan menggunakan mesin diesel sebagai motornya.. Sedangkan Getek (atau disebut juga dengan nama ‘jukung’) itu memang benar-benar perahu terbuka, dengan ukuran lebih kecil dan masih menggunakan alat kayuh untuk menggerakkannya, walaupun ada juga yang sudah dipasangi motor diesel berukuran kecil. Fungsinya pun bukan untuk perjalanan jauh seperti kelotok, tetapi hanya untuk mengantarkan penumpang ke seberang sungai.Sekarang keberadaan Kelotok dan Getek sudah mulai berkurang, karena semakin banyaknya Speed boat yang tentunya memiliki kecepatan lebih dibandingkan alat transportasi tradisional ini.


Makanan
Makanan di Pangkalan Bun didominasi ikan.Atau setidaknya bercita rasa ikan.

Keadaan Kota
Kota Pangkalan Bun tidak terlalu besar. Komplek perkantoran Pemda terpusat di salah satu sudut kota. Ruang kota yang lain diisi dengan hotel, ksatrian TNI, pusat perbelanjaan (yang sudah tutup sore hari), masjid, dan rumah penduduk. Ada satu dua warnet. Saya sudah mencoba keduanya

Taman kota di eks-lahan THR Daang Ilung. Taman kota ini dirancang untuk bisa mengakomodasi segala kebutuhan masyarakat Pangkalan Bun dan sekitarnya. Di sini nantinya masyrakat bisa berwisata taman, berbelanja, menikmati hiburan musik dan pertunjukan, arena bermain, olah raga, gedung pertemuan, kandang burung raksasa, kereta mono rel, dan lainnya yang tentunya akan memberikan nuansa baru bagi pengunjungnya. Taman kota yang memiliki fungsi sosial, fungsi ekologis, fungsi estetis dan fungsi edukasi ini diharapkan bisa menjadikan Pangkalan Bun sebagi pusat wisata kota di Kalimantan Tengah dan “trade mark” kunjungan ke Pangkalan Bun.

Daerah Wisata

Taman Nasional Tanjung Puting, adalah satu dari objek wisata yang terkenal (bahkan didunia) dari daerah ini. Disini adalah tempat suaka satwa Orang Utan dan Bekantan.

Untuk mencapai Taman Nasional Tanjung Puting adalah melalui Kumai, kota kecamatan dan pelabuhan laut yang terletak 15 km dari Pangkalan Bun. Dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun, dapat menggunakan Taxi cateran ke Kumai sekitar 12 km.
Bila menggunakan kapal laut menuju Pelabuhan Kumai dapat memakai jasa Pelni (Binaiya, Lawit, Tilong Kabila, Leuser Krakatau dan Bukit Raya) dari Semarang, Surabaya dan Banjarmasin. Untuk mencapai lokasi kawasan Tanjung Putting, dari Kumai dapat menumpang Klotok atau Speed Boat.



Monumen Palagan Sambi, adalah sebuah monumen untuk memperingati perjuangan tentara khususnya TNI AU. Karena disinilah tempat bersejarah pertama kalinya bagi Angkatan Udara menerjunkan pasukan payung RI-nya yang saat itu hanya dilatih selama seminggu. Saat itu mereka ‘diantar’ dengan menggunakan pesawat C 4/Dakota RI-002. Uniknya, justru pesawat C 4/Dakota RI-002 itulah yang sekarang dijadikan monumen. Pesawat asli. Letaknya berseberangan dengan Bundaran Tugu Pancasila yang sekarang menjadi titik pusat kota Pangkalan Bun.

Sekolah
SMA Negeri 1 Pangkalan Bun merupakan SMA negeri yang tertua di Pangkalan bun ,Kalimantan Tengah yang terletak di Jln Alipandi sarjan tepat di jantung kota Pangkalan bun, Menjadikan SMA 1 pilihan pertama anak - anak SMP yang mau melanjutkan ke sekolah umum . SMA 1 Pangkalan Bun ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap jika dibandingkan dengan SMA yang lain di kota Pangkalan Bun, mulai dari gedung sekolah ,laboratorium ,perpustakaan dan fasilitas olah raga , juga tidak ketinggalan laboratorium bahasa dan ruang multimedia. serta tenaga pengajar yang hampir 70% masa kerja 15 tahun ke atas, menjadikan SMA 1 mempunyai nilai tambah tersendiri. ini dibuktikan kepercayaan masyarakat yang sangat tinggi sehingga para orang tua merasa bangga kalau putra -putrinya bisa masuk SMA 1.
Mulai tahun ajaran baru 2007/2008 nanti SMA 1 akan menjadi sekolah mandiri yang pertama di Pangkalan Bun , yaitu dengan menerapkan sistim SKS .
Lulusan SMA 1 pangkalan Bun tidak bisa dianggap remeh , hampir 40% dapat melanjutkan ke perguruntinggi negeri baik melalui jalur UMPTN maupun PMDK . bahkan orang no 1 di Pangkalan Bun adalh lulusan SMA 1 dan masih banyak lagi orang-orang penting di Pangkalan Bun adalah Alumni SMA 1.
Dengan ditunjangnya jumlah tenaga pengajar 48 dewan guru , 6 staf TU SMA 1 sudah cukup untuk mengasuh 586 siswa-siswi . Terbukti selama ini masih menduduki peringkat 1 di Pangkalan Bun

1 komentar:

KORINDO NETWORK mengatakan...

Dimana bisa dapat info online details tetang pangkalnbun or kotawaringin lama versi english, thanks korindo-network.com